![]() |
| Willy Kurniansyah. |
Hallo, apa kabar?
Selamat datang di blog pribadi saya. Personal blog sederhana yang berisi
tentang aktifitas, hobi dan pengalaman yang saya lalui.
Sekedar sharing tentang diri saya aja sih, dan berbagi pengalaman tentang kegiatan saya.
“lu siapa sih? Segala nulis tentang diri lo segala, emang lu ini orang terkenal
apa?”
Ya juga sih, saya ini siapa coba? Bukan siapa-siapa terkenal juga engga, orang
penting juga bukan tapi sok-sokan nulis yang diharapkan bermanfaat bagi
orang lain.
Ya sesuai judul “About Me” atau biasa diterjemahkan Tentang saya.
Berarti menceritakan beberapa hal mengenai si penulis dong. Sebenernya saya
juga gak telalu pede nulis beginian, nanti takut persepsi orang salah menilai
tentang kepribadian saya. Yak, namanya juga sharing ya gapapa lah ya.
Who am i?
Siapa saya?
Mungkin itu yang ada dibenak kalian tentang siapa saya. Saya sama seperti kamu
juga, remaja yang beranjak dewasa yang punya hobi hampir sama seperti kamu.
Jika orang yang sudah mengenal saya lebih jauh mungkin tau kepribadian saya,
tahu tentang apa yang saya sukai dan kerjakan. Orang tua, sahabat, dan teman
saya pun punya pandangan masing-masing mengenai diri saya.
Dilingkungan pertemanan atau tongkrongan, saya sering dipanggil Willy, Bang,
atau Bor. Yak, standar ajasih mengenai nama panggilan akrabnya. Saya ini
berdarah Indonesia, dengan suku jawa tradisi saya. Orangtua saya adalah orang
jawa, terutama bapak saya lahir di Kebumen, Jawa Tengah, dan ibu lahir di
Lampung tapi masih berdarah jawa, karena mbah dari ibu saya adalah orang
Yogyakarta.
Kalau saya? Yap, saya lahir di Lampung, 06 July 1997. Saya kecil di Lampung,
tetapi setelah umur saya beranjak 4 tahun, orangtua saya merantau ke pulau jawa
tepatnya di kota Tangerang. Saya besar di kota itu, banyak pengalaman dan
cerita bekesan dikota itu.
Saya hanya menceritakan singkat tentang kota-kota yang orangtua kami singgahi
saat itu. Dimulai dari kota Tangerang tahun 2000an, keluarga kami bermigrasi ke
kota Tangerang dengan dalih merantau nan jauh disana.
Kebetulan, bapak saya juga sedang bekerja dikota Tangerang. Sekitar 10 tahun saya berada di Tangerang, bapak saya di pindah tugaskan dikota yang berada di Jawa Barat, tepatnya di Karawang.
Seperti yang kita tahu, kota ini banyak sekali perantauan dari berbagai daerah.
Dikarenakan banyak sekali perusahaan, pabrik atau sektor disini. Nah, keluarga
kami dialihkan ke kota ini tahun 2009. Saya tinggal disuatu perumahan yang
lumayan jauh dari kota, tepatnya di Telagasari, Karawang.
Dulu saya beranggapan, jarak ini lumayan jauh kalau ingin pergi ke kota atau
bekerja. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya terbiasa dengan jarak dan
perlahan menikmati kota ini dengan segala keindahannya. Saya punya banyak cerita tentang daerah ini,
terutama mengenai sahabat saya.
Yap, dimulai dari pindah sekolah saat saya menginjak Menengah Pertama. Saya
sangat susah berkomunikasi dengan orang-orang baru disini, karena mereka
kebanyakan bicara dengan Bahasa sundanya.
Walau saya sedikit paham mengenai Bahasa sunda, tetapi belum bisa mengucapkan
dengan benar atau dengan etika yang benar. Sampai diwaktu saya bertemu teman
baru, atau yang saat ini menjadi sahabat saya, yaitu Naoval Hermansyah.
Kami tinggal disatu perumahan bahkan tetanggaan. Dulu awalnya kami tidak saling
sapa dan kenal lebih dalam, karena hanya sekedar menyapa.
Tetapi lambat laun kami mengenal satu sama lain, berbagi pengalaman dan
menjalankan berbagai hal bersama. Setelah beberapa tahun kami dipertemukan
kembali disekolah yang sama yaitu SMAN 1 Telagasari. Sebelumnya saya, sekolah
di SMPN 1 Telagasari yang tidak jauh dari rumah kami.
Saat kami menginjak bangku SMA, kegiatan kami berdua semakin sering. Banyak
kegiatan dan hobi yang kami jalankan berdua, dan satu lagi sahabat saya.
Mungkin lain cerita saya akan membahas mengenai sahabat, atau kawan-kawan saya
ditulisan selanjutnya ya.
---
Tahun 2009,
Saya sudah mengenal dunia game yang saat itu dihiasi game-game pc, biasa
menyebutnya Anak Warnet. Dulu, saya anak warnet. Saya kecanduan sekali main
game, sampai pada saat sedikit frustasi jika tidak bermain game. Tetapi seiring
berjalannya waktu, saya mengurangi bermain game karena mendalami hobi saya yang
lain.
Saat itu saya sangat suka dengan dunia teknologi, terutama game, social media
dan desain. Awal saya bermain facebook 2009, dilanjut twitter 2010 dan
Instagram 2011. Entah mengapa, dulu bermain social media sangat asik dijaman
itu. Kita masih bebas berekspresi sesuai apa yang kita mau, terutama hal-hal
yang positif ya.
Sedangkan saya sangat suka dengan dunia teknologi, dan mengenal berbagai aplikasi
social media yang membuat saya sedikit paham mengapa pendiri atau pengembang
aplikasi itu mempunyai ide yang cerdas untuk menyatukan dan mempertemukan
orang-orang yang tidak dikenal untuk saling mengenal hanya lewat media social.
Saya sempat mempelajari Instagram, Twitter dan Facebook saat itu.
Ternyata benar aplikasi itu sangat berguna dan bermanfaat jika digunakan dengan
benar. Nah, setelah itu saya mulai belajar mengenai Bahasa pemrograman yang
pada saat itu, suatu ‘hal’ ini masih sangat jarang orang yang tau dan belajar.
Saya mulai belajar Java Script dan CSS, dengan pengetahuan dari Youtube.
Jujur saya lebih tertarik untuk belajar secara otodidak aja pada saat itu,
ditambah membaca artikel-artikel yang berada diwebsite mengenai pemrograman.
Lambat laun, saya mencoba membuat website dan blog pribadi disitus pembuat blog
gratis di Google saat itu. Dan sampai sekarang, situs itu masih menjadi bahan
saya untuk berbagi cerita mengenai kegiataan saya saat ini. Ya, Blogger. Tahun
2012 saya membuat blog dan mencoba belajar menulis. Apapun yang saya sukai,
saya tuangkan di blog pribadi saya ini.
Sampai pada saat saya mengenal dunia desain tahun 2014. Entah mengapa, saya
sangat suka dengan dunia teknologi yang berhubungan dengan keindahan, terutama
tampilan, warna, pokoknya seni banget lah gitu. Saya juga suka gambar, banyak
sekali buku sekolah yang saya gambar pada halaman belakang buku tulis saya,
entah gambar apa itu haha.
Sempat bermain dengan kuas cat, atau media gambar sejenis untuk mengekspresikan
kegabutan saya. Dulu saya sangat tidak pede untuk membagi hasil gambar saya
disosial media. Hanya beberapa yang saya anggap sesuai dengan ekspetasi saja
yang saya bagikan.
Dulu, menggambar itu menjadi kegiatan yang asik, tidak peduli dengan gambar apa
yang dibuat atau tentang genre apa yang dianut dalam menggambar. Sampai pada
akhirnya, saya mencoba untuk menggambar di media lain, yaitu di PC atau laptop.
Mencoba dengan aplikasi Inkscape yang pada jamannya sangat popular untuk
software pengolah grafis yang ada.
Saya mendalami software itu beberapa bulan, banyak ide yang saya tuangkan.
Mengapa saya cepat bosan? Maksud bosan disini adalah hanya mencoba aplikasi itu
saja, lalu saya coba mencari alternatif lain yang pada akhirnya, saya belajar
software pengolah desain yang sampai sekarang menjadi aplikasi yang saya pakai, yaitu Photoshop, Illustrator, Premiere, After Effect, Affinity Designer dan CorelDraw.
---
Nah, poin ini sebenarnya yang akan saya ceritakan mengenai pengalaman saya.
Maklum bor, namanya nulis harus ada pembukanya dulu atau
istilahnya pemanasan lah hahaa.
------
Yaudah langsung ajadeh, kenapa sih saya pengen banget nulis mengenai desain grafis ini? Ya tentu saja dikarenakan profesi ini saat ini sangat
digandrungi atau menjadi soft skill yang harus ‘sedikit’ dikuasai jika kamu
ingin terjun, atau suka didunia digital dan desain.
Saya bukan bermaksud untuk sok pintar untuk berbicara mengenai desain grafis
ini bor, karena sampai saat ini pun saya masih belajar mendalami dunia desain.
Karena setiap tahun pasti selalu atau trend desain yang membuat saya greget
untuk belajar genre terbaru.
Menurut saya orang yang suka dengan dunia desain, fotografi, videografi dan
sejenisnya itu keren sih. Sedikit berbeda dengan profesi yang lainnya, tapi
saya tidak menganjurkan kamu kalau profesi ini harus kamu geluti juga kok. Saya
hanya sharing, menulis sesuai apa yang saya sukai. Tidak menuntut kamu untuk
mendalami juga, jika memang ingin belajar desain grafis ya boleh aja. Selagi,
ini menjadi hobi yang kamu ingin kembangkan ya kenapa engga?
Ditambah kamu suka dengan seni, atau anaknya art banget nih. Banyak kok genre
desain yang sesuai dengan genre kamu. Kalau kamu suka dengan Illustrasi, kamu
bisa mendalami dan menjadi illustrator nantinya, menggambar karakter yang kamu
suka dan sebagainya. Suka fotografi? Videografi? Motion Graphic? Editing Film?
Atau lain-lain sesuai minatmu saja. Sayangkan, kalo bakatmu ini tidak kamu asah.
Kalau saya, sampai sekarang pun masih mendalami ilmu-ilmu desain. Karena desain
ini banyak jenisnya bor, mengapa saya selalu haus akan dunia ini. Untuk saat
ini saya berjalan disatu genre, yaitu Editor, Fotografi, Video Editor dan UI
Design. Entah mengapa, aliran ini sangat cocok untuk saya mengekspresikan
diri. Dan saya berambisi untuk menjadi ahli di bidang ini.
Memang tanpa kita sadari, bahwa desain grafis saat ini mengalami perkembangan
yang sangat pesat daripada dahulu, yang saya anggap profesi tidak akan menjamin
untuk masa depan saya. Tapi, seiring bejalannya waktu dan jaman mulai berubah,
era yang menampilkan keindahan lewat visualisasi menjadi hal yang sangat keren
saat ini.
Contoh, Billboard penyanyi pengisi tangga lagu teratas atau pendengar terbanyak
di Spotify. Desain di Billboards itu menurut saya sangat imajinatif, elegan dan
millennials banget. Saya sempat menelaah desain-desain Spotify yang terpampang
di Billboard, menurut saya ada makna yang indah dari penyampaian desain yang
dibuat, dari typography, foto artis, elemen-elemennya, warnanya pun semuanya nampak
serasi dan keren aja gitu.
Padahal, desainnya sangat simple kalau saya lihat. Tetapi, dengan desain yang
simple itulah menjadi ciri khas dari Billboards Spotify, yang sering kita lihat
diiipinggir jalan Times Square, New York. Dua kata dari saya untuk Spotify
Billboards, Colorful dan Elegant.
---
Nah, setelah berbicara mengenai desain billboards Spotify. Saya saat ini sedang
mencoba belajar mengenai UI Design, atau yang biasa disebut User Interface.
Jadi, User Interface (UI) sendiri berisi komponen mengenai tombol, ikon
tipografi, tema, layout, animasi yang tampil diproduk dan visual interaktif
lainnya. Bisa dibilang UI Designer ini adalah designer yang mendesain
tampilan visual yang keren untuk sebuah
system agar pengguna mudah menggunakan produk.
Jujur saya sangat ingin mendalami ini, menurut saya profesi ini saat ini sedang
banyak dibutuhkan diberbagai perusahaan atau sektor-sektor tertentu. Karena
saya orangnya suka mengulik, maka itu saya pelajari secara otodidak dari situs
tertentu dan media youtube. Siapa tau kedepannya saya bisa jadi UI Desainer
handal kan bor? Hahaha aamiinn.
Mungkin dilain waktu saya akan membagikan hasil desain saya diblog pribadi
saya, mengenai Portfolio, Project yang sudah saya kerjakan, dan software
apasaja yang saya pakai.
Saat ini saya sedang membuat suatu konten desain mengenai Personal Branding
saya, dengan genre saya sendiri. Jenis genre yang saya garisi disini lebih ke
Retro sih, tapi futuristic gitu. Saya juga belum menemukan formula yang khas
didesain saya, oleh karena itu saya akan terus berinovasi dengan desain saya
agar menjadi ciri khas tersendiri untuk saya.
Sangat susah menjadi konsisten di satu aliran desain tertentu bor, saya sangat
berusaha untuk tetap satu aliran yang sudah saya tetapkan dan bakal jadi ciri
khas saya nantinya.
“Wil, lu bisa bikin desain apa ajasih?” ucap, Anonymous.
Ya, kalau saya kan basicnya desain grafis, bisa bikin poster, desain konten
social media, logo, editing video, fotografi, UI Desain. Lebih ke digital
marketing mungkin ya, atau branding gitulah.
“Lu kalo kerja itu gimanasih wil, terikat gitu atau freelance?”
Ada beberapa kawan saya bertanya seperti itu, dan saya pun menjawab sesuai
situasi yang saya sedang jalani. Jadi, saya sebenernya statusnya freelancer.
Saya bekerja jika ada projekan saja, tetapi
saya juga mengerjakan projekan lain seperti konten Instagram, Youtube, Website
dan Blog saya.
Kalau bertanya berapa projekan dalam sebulan, saya belum bisa menjawab dengan
pasti ya. Mungkin yang pernah saya kerjakan dalam sebulan itu kurang lebih
sekitar 5-7 projekan desain, jika bulan itu rejeki saya lagi bagus ya bor
hahaha. Namanya freelancer bor, portfolio, lobby melobby sangat berpengaruh
dalam menarik klien.
Tapi saya juga pernah, dalam sebulan itu cuma ada satu projekan doang. Dibilang
amsyong sih engga ya, tapi projekan yang saya kerjakan saat ini ada kontrak
tertentu dengan suatu klien untuk membuat konten Instagram, atau branding social
media.
----
Mengenai keinginan saya kedepannya, saya akan membuat suatu karya yang khas
dari saya nantinya.
Dan portfolio akan saya update setiap sebulan sekali mungkin. Intinya saya
ingin terus belajar, membuat desain yang bermakna, dan membuat projek besar.
Doakan saja bor! Mungkin dalam waktu dekat ini.
“Wil itu desain apasih yang lu sering post di Instagram story?”
Oh itu, jadi saya itu lagi mencoba branding tentang diri saya, lagi. Ingin
memperkenalkan dengan spesifik siapa saya, dan apa yang saya kerjakan. Untuk
desain, sesuai dengan genre yang saya anut yaitu Retro Futurism. Saya sering memberi kode untuk desain saya
berisi ‘Vol’ atau jilid. Kedepannya saya akan branding desain sampai Vol. 10
Nah, mungkin sampai sini dulu tentang basa-basi ini, diartikel selanjutnya saya
akan mengupload hasil desain-desain yang pernah saya buat. Berupa poster, foto,
cover desain dan lain-lain. Terimakasih!
Continued.

1 Comments
Mantap bang, lanjutkan!
ReplyDelete