CURUTADVENTURE. "Pantai Senggigi itu, engga kalah cantik sama pantai Kuta Bali." ujar Willy. Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali,
tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di
Pantai Kuta, Bali. Memasuki area pantai Senggigi, wisatawan seta merta
disapa oleh lembutnya angin semilir yang menenangkan. Pesisir pantainya
masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan
karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan
wisatawan bisa melakukan selam permukaan (snorkeling)
sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya
menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia
juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai
hotel yang berharga ekonomis.
Sekitar setengah jam dengan berjalan kaki, para wisatawan dapat menjumpai Batu Bolong di pantai ini. Ini adalah sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai. Menurut legenda masyarakat setempat dahulu kala sering diadakan pengorbanan seorang perawan untuk dimakankan kepada ikan hiu
di tempat ini. Legenda lain mengatakan dahulu banyak para wanita yang
menerjunkan diri dari tempat ini ke laut karena patah hati. Dari tempat
ini juga terlihat Gunung Agung di Pulau Bali.
Warna lautnya memang tidak sejernih
Pantai Kuta Lombok, pasirnya pun tak seputih pasir yang akan ditemukan
di Gili Trawangan. Akan tetapi, lansekap Matahari terbenam di sini akan
menghadiahkan Anda siluet Gunung Agung di Pulau Bali. Kontur pantainya
terbilang landai dengan ombak menyapu pesisirnya dengan lembut sehingga
aman untuk anak-anak bermain di pinggiran pantai.
Garis Pantai Senggigi mencapai 30
kilometer. Apabila Anda punya banyak waktu untuk menyusurinya,
bertanyalah kepada warga setempat untuk diarahkan ke Pura Batu Bolong.
Pura ini begitu unik karena dibangun di atas karang yang terletak di
pinggir pantai. Menurut legenda setempat, dahulu pura ini sering
dijadikan tempat tumbal perempuan yang akan diserahkan sebagai makanan
ikan hiu. Ada juga yang bercerita bahwa pura sering dijadikan tempat
para wanita yang patah hati menerjunkan dirinya ke laut.
Tidak jauh dari Batu Bolong terdapat
Batu Layar yang merupakan makam seorang ulama. Ini merupakan tempat suci
bagi para penganut Wetu Telu. Batu Layar ramai dikunjungi saat Lebaran Topat, yakni lebaran bagi orang yang menjalani puasa sunah satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri.
Mengisi Waktu:
Menghabiskan senja di bibir pantai Senggigi akan semakin menyenangkan sambil menyerupt es kelapa ataupun memesan jagung bakar di warung-warung pinggir pantai. Terdapat juga lapangan voli dan bangku-bangku yang bisa Anda nikmati.
Jika ingin mendapat panorama yang lebih menakjubkan, Anda bisa menyewa cidomo untuk melihat Pantai Senggigi dari ketinggian. Saat malam hari tentunya lebih indah berhias lampu-lampu gemerlapan.
Transportasi:
Via Kapal: Kalian bisa menaiki kapal feri dari pelabuhan karangasem ke Senggigi sekitar 30-40 menit. Kalian juga bisa berangkat dari pelabuhan Padang Bay di Bali menggunakan kapal feri menuju pelabuhan Lembar di Pulau Lombok.
Bandara Internasional Lombok di Praya menghubungkan Lombok dengan Kota
Jakarta, Bali, Surabaya, Yogyakarta, bahkan Perth (Australia), Johor
Baru (Malaysia) dan Singapura.
Dari bandara sudah tersedia Bus Damri dengan jurusan ke Senggigi, tarifnya Rp30 ribu dan memakan waktu sekira 1 jam. Jika Anda memilih taksi maka rentan tarifnya berkisar dari Rp170-200 ribu.
Dari bandara sudah tersedia Bus Damri dengan jurusan ke Senggigi, tarifnya Rp30 ribu dan memakan waktu sekira 1 jam. Jika Anda memilih taksi maka rentan tarifnya berkisar dari Rp170-200 ribu.
Rencanakan perjalanan Kalian ke Senggigi saat bulan purnama. Sebab, Kalian akan menemukan keramaian di Pantai Senggigi karena wisatawan berkumpul di atas pasir untuk menghangatkan tubuh mereka. Banyak yang percaya bahwa pasir di kala itu dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti pegel linu hingga kelumpuhan.



0 Comments