PULAU SERIBU: MENGINTIP BENTENG BEKAS PENINGGALAN BELANDA DI PULAU KELOR

Kali ini kalian harus berkunjung ke pulau kecil nan bersejarah ini kawan. Terdapat di Kepulauan Seribu yaitu Pulau Kelor atau biasa disebut Pulau Onrust. Pernah dengar tidak Pulau Kelor, Pulau Onrust atau Pulau Cipir? Ketiga Pulau merupakan bagian dari Gugus Kepulauan Seribu. Tapi berbeda dengan Pulau lain yang ada di Pulau Seribu karena ketiga Pulau tersebut memiliki sejuta peninggalan sejarah.

Kalau membayangkan Pulau pasti kita berpikir ada air laut, perumahan atau pasir putih. Nah di Pulau Kelor terdapat Benteng Monterrlo yang usianya sudah berabad tahun lamanya. Untuk menjelajah ketiga Pulau Kelor, Cipir dan Onrust memang bisa dilakukan satu hari saja dan biayanya murah dan cocok dikantong (travelling murah bukan? Saat aku mengunjungi wisata andalan Jakarta, Pulau Seribu khususnya Pulau Cipir, Kelor dan Onrust

Pulau Kelor dahulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof merupakan pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta. Pulau Kelor terletak berdekatan dengan gugusan yang sama dengan Pulau Petondan Besar, Pulau Petondan Kecil, Pulau Kelapa, Pulau Onrust dan Pulau Bidadari.
Jaraknya ke Pantai Ancol sekitar 1,8 kilometer atau satu jam pelayaran dengan kapal motor. Di pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Di sini juga terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.

Martello Tower, Kelor.
Pulau Kelor begitu indah, karena terdapat benteng yang dibangun oleh VOC di abad 17 an menghadapi Portugis. Benteng Mortello namanya, berdiri kokoh di Pulau Kelor, dari kejauhan kelihatan begitu indah. Dai batu batanya yang berwarna merah dengan ukuran kecil yang menujukkan usianya yang telah berabad-abad. Reruntuhan yang memiliki nilai sejarah, dengan pepohonan serta pasir putih yang indah. Masuk ke dalam benteng terdapat pohon yang tumbuh di dinding benteng.
Terdapat gazebo juga di Pulau Kelor untuk beristirahat. Pulau Kelor konon dulu terhubung dengan Pulau Cipir dan Onrust serta dulunya terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.


Benteng Martello sebenarnya sangat luas tapi sayangnya sekarang tinggal sisa reruntuhannya hal ini disebabkan karena faktor umur dari benteng dan akibat meletusnya Gunung Krakatau. Akibat letusannya menyebabkan sebagian pulau ini hancur dan terkikis. Saya mengharapakan pulau ini akan selalu ada karena ini merupakan saksi sejarah. Pulau ini agak kurang terpelihara terbukti dengan semak-semak yang menyelimuti benteng Martello. Saya juga melihat beberapa sampah di sudut pulau, ternyanta sampah itu adalah sampah kiriman dari Jakarta. Sebenarnya pemerintah sudah memperhatikan pulau ini terbukti dari dibangunnya banguan pemecah ombak. Mari kita selalu menjaga obyek wisata terutama wisata yang menyimpan sejarah agar anak cucu kita masih bisa melihat dan merasakannya.

Untuk biaya biasanya ada Trip Organizer menyediakan paket wisata dengan tarif berkisar 130.000- 170.000 per/orang. Dan tergantung banyaknya wisata yang ikut.

Transportasi:
Dari Muara Kamal, Jakarta. Anda bisa menyewa perahu motor nelayan yang berkapasitas 25 orang dengan tarif berkisar 400rb kurang lebih satu perahu motor nelayan. Waktu tempuh dari Muara Kamal ke Pulau Kelor berkisar 30-60 menit.

0 Comments